Luncurkan Gia Box, Garuda Indonesia Kembangkan Bisnis

Luncurkan Gia Box, Garuda Indonesia Kembangkan Bisnis

Maskapai nasional Garuda Indonesia memperkenalkan GIA Box. Produk packaging untuk pengiriman kargo yang ramah lingkungan.

GIA Box rencananya akan mulai diluncurkan pada bulan Agustus mendatang. Dan akan menjadi pengganti styrofoam yang selama ini digunakan sebagai kemasan pengiriman kargo khususnya produk hasil laut.

Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal mengatakan bahwa GIA Box ini tidak hanya sebagai media packaging yang kuat dan terjangkau untuk pengiriman barang. Namun juga ramah lingkungan mengingat produk kemasan tersebut sudah memiliki sertifikat FSC (Forest Stewardship Council) yang bahannya berasal dari bahan daur ulang.

Baca Juga: Gunakan Drone untuk Layani Angkutan Kargo, Garuda Indonesia Bakal Siapkan 100 Unit

“Melalui kesempatan ini kami mengajak para pengguna jasa untuk menggunakam GIA Box mulai sekarang dan jadilah bagian dari proses penyelamatan lingkungan.” Ujar Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

“Selain unggul dari sisi ekonomis, GIA Box ini juga lebih kuat sehingga aman dari kebocoran yang biasanya terjadi pada styrofoam”, lanjut Iqbal.

Iqbal melanjutkan bahwa kedepannya, GIA Box ini akan menggantikan penggunaan styrofoam secara keseluruhan.

“Pada tahun 2019 ini kami menargetkan penjualan GIA Box sebanyak 20.000 box. Dan diharapkan pada tahun 2020 dapat terimplementasi untuk menggantikan seluruh styrofoam sebanyak 250.000 box per tahun.” Tambah Iqbal.

Baca Juga: Garuda Indonesia Siap Antar 111 Ribu Jemaah Haji

Sebelumnya, sebagai upaya berkelanjutan Garuda Indonesia dalam mengembangkan komitmen layanan operasional berwawasan lingkungan. Garuda Indonesia juga telah melaksanakan uji coba kendaraan listrik produksi anak bangsa PT Mobil Anak Bangsa dalam mendukung mobilitas operasional karyawan.

Bus listrik merupakan smart solution untuk mengurangi polusi yang saat ini kondisinya memprihatinkan khususnya di daerah Jabodatabek. Karena hanya dengan pengisian batere selama 3 jam. Bus listrik tersebut mampu menempuh jarak sejauh lebih kurang 300 kilometer. Serta diharapkan mampu menekan biaya bahan bakar yang dikeluarkan untuk mobil operasional Perusahaan. (wartaekonomi.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *