Forex News – Data Ekonomi Melemah, Dolar AS Naik Tipis & Aussie Terpuruk

Dolar AS naik pada hari Jumat di Asia bahkan setelah serangkaian data AS lemah dirilis semalam. Dolar Australia terpuruk ke level terendah 10-hari kemarin. Indeks dolar AS diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke 96,500 pada pukul 12.10 WIB meskipun ada laporan ekonomi negatif AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di ekonomi yang mendasarinya.

Philadelphia Fed mengatakan Kamis index manufaktur jatuh ke -4.1 di Februari dari 17.0 bulan lalu. Departemen Perdagangan mengatakan pesanan barang tahan lama inti melambat ke tingkat 0,1% pada bulan Desember, hilang perkiraan ekonom untuk kenaikan 0,2%.

National Association of Realtors mengatakan penjualan rumah yang ada anjlok 1,2% pada Januari dari bulan sebelumnya ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,94 juta unit. Ekonom mengharapkan kenaikan 0,8% menjadi 5,01 juta rumah.

Sementara itu, pasangan AUD/USD sedikit berubah pada hari Jumat setelah meluncur lebih dari 1% ke level terendah 10-hari pada hari sebelumnya karena kekhawatiran larangan batubara negara itu oleh pelabuhan Tiongkok akan melukai Australia yang ekonomi nya sudah melambat.

Laporan bahwa Westpac menjatuhkan perkiraan perubahan untuk prospek kebijakan Reserve Bank of Australia juga dikutip sebagai penghalang untuk dolar Aussie. Bank mengatakan sekarang mengharapkan dua pemotongan suku bunga dari RBA, yang pertama pada Agustus 2019 diikuti dengan yang lain pada November 2019.

Pasangan GBP/USD diperdagangkan 0,2% lebih rendah di tengah kurangnya kemajuan pada pembicaraan Brexit hanya beberapa minggu menjelang batas waktu 29 Maret ketika Inggris diatur untuk meninggalkan Uni Eropa.

Pasangan EUR/USD tidak berubah pada 1,1334.

Pasangan USD/JPY naik 0,1% pada 110,75, sedangkan pasangan USD/CNY juga naik 0,1% pada 6,7283. Perundingan perdagangan Tiongkok-AS tetap menjadi fokus setelah Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa Washington dan Beijing telah mulai menyusun nota kesepahaman tentang perdagangan.

Kedua belah pihak berusaha untuk mencapai kesepakatan perdagangan sebelum batas waktu 1 Maret, ketika tarif tambahan impor Tiongkok ke AS akan berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *